Skip to content

🍳🀀 Eksplorasi Pusat Kota Auckland: Tempat-Tempat Brunch yang Bikin Dompet Menjerit tapi Perut Bahagia

🍳🀀 Eksplorasi Pusat Kota Auckland: Tempat-Tempat Brunch yang Bikin Dompet Menjerit tapi Perut Bahagia

Auckland. Kota para dewa pelaut. Juga, kota para dewa brunch. Kalau kamu berpikir brunch hanya soal telur orak-arik biasa dan kopi encer, oh Nak, kamu salah besar. Di pusat kota Auckland (atau yang biasa kita sebut city centre, biar kelihatan fancy), brunch sudah jadi agama. Dan kita semua adalah jamaahnya yang lapar.


β˜•οΈ Mengapa Brunch di Auckland Bukan Sekadar Makan Pagi Telat

Pertama-tama, mari kita bahas mengapa Highlights Auckland’s renowned brunch culture ini harus kamu alami. Budaya brunch di Auckland itu seperti drama musikal yang penuh kejutan. Kamu nggak cuma disuguhi makanan, tapi sebuah pertunjukan seni kuliner. Kafe-kafe di sini, dari yang hipster tersembunyi sampai yang ikonik di tepi jalan utama, berkompetisi menyajikan menu yang inventif, musiman, dan kualitasnya… gila.

Bayangkan ini: Kamu bangun terlambat, menyesal karena semalam terlalu asyik binge-watching serial, tapi penyesalan itu lenyap saat kamu mencium aroma kopi artisan yang baru digiling. Kamu masuk ke sebuah kafe, dan di sana, kamu melihat sebuah display cabinet yang isinya lebih berkilauan daripada perhiasan Ratu Inggris.


πŸ₯ Surga yang Bikin Diet Auto-Gagal: Pastry dan Scramble Legendaris

Fokus utama dalam perburuan brunch ini adalah dua hal yang seringkali jadi penentu kebahagiaan: house-made pastries (kue-kue buatan rumah) dan fresh scrambles (telur orak-arik segar).

  • Pastry: Ini bukan sekadar roti. Ini adalah croissant yang renyah di luar, lembut di dalam, dan kalau kamu gigit, serpihannya akan jatuh seperti salju di sweater hitammu. Ada juga muffin dengan flavour aneh tapi enak, seperti Earl Grey Lavender atau Feijoa Crumble. Intinya: kalau kamu nggak mencoba minimal satu pastry dari display cabinet kafe populer, kamu dianggap belum sah jadi brunch-hunter Auckland. Mereka membuat kue-kue ini dengan cinta, dan kamu akan merasakannya di setiap kalori.
  • Scrambles (dan Saudara-saudaranya): Telur orak-arik di Auckland itu lain. Mereka nggak main-main. Di banyak tempat, mereka nggak cuma pakai telur ayam biasa, tapi telur dari ayam yang bahagia dan well-fed. Fresh scrambles ini sering kali datang bersama sourdough buatan sendiri, relish tomat yang dimasak berjam-jam, dan taburan truffle oil yang bikin harganya naik, tapi kita tetap bayar sambil senyum. Belum lagi Eggs Benedict dengan Hollandaise yang lembutnya seperti bantal awan. Makanan ini adalah bentuk terapi.

πŸ₯¬ Inovasi Menu: Musiman, Lokal, dan Bikin Kepo

Kafe-kafe di pusat kota ini (banyak dari mereka termasuk yang populer, sebut saja nama-nama besar yang kamu pasti tahu kalau sudah lama di sini) sangat menjunjung tinggi menu inventive, seasonal, high-quality dishes. Mereka menggunakan bahan-bahan musiman dari petani lokal, jadi menu bisa berubah-ubah, yang artinya: kamu harus sering-sering datang!

Misalnya, di musim semi, kamu akan melihat asparagus hijau nan gagah berani menemani scramble-mu. Saat musim gugur, mungkin ada pumpkin spice di mana-mana (bukan cuma di minuman, tapi juga di pancake). Mereka berani menggabungkan rasa manis dan gurih, tekstur renyah dan lembut.

Jangan kaget kalau kamu melihat menu seperti Kimchi Fritters with Smoked Salmon and Poached Egg atau Waffle Ayam Goreng dengan Maple Syrup Chili. Ini semua adalah bagian dari pengalaman brunch culture yang kaya di Auckland. Semua ini disajikan di kafe yang desain interiornya instagrammable parah, membuat momen brunch ini tidak hanya memuaskan perut tapi juga feed media sosialmu.

Jadi, kalau kamu lagi di pusat kota Auckland dan perutmu berdering kelaparan, carilah kafe populer. Ikuti aroma kopi dan https://zeytincafemenu.com/ mentega. Pilih makanan paling aneh tapi menarik di menu, dan jangan lupa ambil foto display cabinet sebelum kamu merusak maha karyanya. Selamat mencoba, semoga dompetmu tabah!


Mau saya carikan rekomendasi 3 kafe paling populer di city centre Auckland untuk brunch sebagai langkah selanjutnya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *